Sunday, July 18, 2010
this 'lovely' weekends...
Saturday, July 10, 2010
Repost from keimanan dan kehidupan
"Cintailah kekasihmu dengan sederhana saja, boleh jadi kelak dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu dengan sederhana saja, boleh jadi suatu saat dia akan menjadi kekasihmu."
Hadits ini dishahihkan oleh Imam al Muhaddits Al Albani (lihat Shahih at Turmudzi lil Albani, hal. 1997 dan Ghayatul Maram fi takhrij ahadits Al Haram wal Haram hal. 472)
Ya, sederhanalah dalam cinta dan benci. Sesungguhnya hati manusia itu sentiasa berbolak balik dan berubah. Betapa seringnya kita membenci seseorang namun setelah masa berlalu kita begitu hormat dan sayang padanya.
Tidak ada perasaan yang kekal selamanya. Tidak ada yang wajib kita cintai melainkan cinta kita pada Allah dan Rasul dan cinta-cinta yang akan menguatkan cinta kita kepada Allah dan RasulNya. Selain kedua-dua cinta itu dan perkara yang menguatkan kedua-duanya kita tidak dituntut untuk berlebihan dalam perasaan cinta, rindu atau dendam dan benci. Mencintai kedua-duanya adalah sumber ketengangan dan kebahagaiaan manakala cinta yang tidak ada kaitan dengannya adalah punca malapetaka jiwa hingga hati diliputi keluh kesah dan penyesalan yang tak berpenghujung.
Berapa ramai yang terjerumus dengan cinta syahwah hingga tergadai maruah dan harga diri.
Ya, tidak salah jika hati kita cinta pada sesuatu tetapi besederhanalah supaya kita masih memiliki diri kita sendiri hingga kita masih mampu menilai dan membezakan yang baik dan buruk atau kebenaran dan kepalsuan. Cintalah pada harta agar cinta kita membuahkan kecukupan dan keberkatan. Cintalah pada dunia agar ia benar-benar menjadi ladang Akhirat dan cintalah pada pasangan kita agar terbinanya rumahtangga diatas dasar iman dan taqwa. Sungguh Allah tidak pernah lupa bahawa kita ini manusia dengan segala keinginan jiwa lalu Allah tunjukkan kita jalan untuk kita meraih ketenangan dan kebahagiaan. Sungguh, Allah mengetahui segala kecenderungan dan kelemahan kita sebagai manusia lalu ditunjukkannya jalan selamat dari dosa yang akan mematikan hati. Sungguh, Allah mengetahui bahawa kita hamba yang lemah lalu dibentangkanNya jalan taubat untuk kita kembali kepadaNya.
Al Hasan al Bashri rahimahullah berkata, "Cintailah sekadarnya dan bencilah sekadarnya, sungguh telah berlebihan suatu kaum dalam cinta kemudian mereka menjadi hancur kerananya, dan telah berlebihan suatu kaum yang lain dalam membenci kemudian mereka menjadi binasa."
Wednesday, July 7, 2010
I wish I am in Neverland
Friday, July 2, 2010
Sabar
Tuesday, June 29, 2010
NeVer Say nEvEr~
I never thought that I could take the burn.
I never had the strength to take it higher,
Until I reached the point of no return.
And there's just no turning back,
When your hearts under attack,
Gonna give everything I have,
It's my destiny.
I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down,
I will not stay on the ground.
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up up up,
And never say never.
I never thought I could feel this power.
I never thought that I could feel this free.
I'm strong enough to climb the highest tower.
And I'm fast enough to run across the sea.
And there's just no turning back,
When your hearts under attack,
Gonna give everything I have,
Cause this is my destiny.
I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down,
I will not stay on the ground.
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up, up, up,
And never say never.
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down,
I will not stay on the ground.
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up, up, up,
And never say never.
I will never say never! (I will fight)
I will fight till forever! (make it right)
Whenever you knock me down,
I will not stay on the ground.
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up,
Pick it up, up, up,
And never say never.
Sunday, June 27, 2010
Allahu Ghayatuna~
“Aku mampu membayangkan akh al-Mujahid itu sebagai seorang lelaki yang sentiasa melakukan persiapan dan menyiapkan perlengkapannya,mampu menguasai fikiran yang memenuhi setiap sudut jiwanya dan seluruh bahagian hatinya.Dia senantiasa berfikir memusatkan perhatian sepenuhnya terhadap persiapan yang terus menerus.Apabila dipanggil ia menyahut,apabila diajak ia menanggapi,datang dan perginya, perkataan dan bicaranya,kebenaran dan kelakarnya,tidak melampaui batas. Dia tidak melaksanakan tugas selain dari yang telah diletakkan oleh keadaan dan tuntunan atasnya,dan dia berjihad di jalannya.Anda dapat membaca pada raut muka dan kilauan matanya,dan mendengar dari gerakan lidahnya semua apa yang bergelora di dalam hatinya,kesengsaraan yang tersimpan di dalam hati,semua tujuannya benar dan bersungguh-sungguh pelaksanaannya,cita-citanya tinggi dan sasarannya jauh untuk memenuhi jiwanya.